Senin, 05 November 2012

Mama...airmataku jatuh lagi

mama....
pagi ini airmataku jatuh lagi
sungguh, aku telah menahannya agar tidak jatuh.
tapi terlanjur memanas di hati dan keluar dalam wujud air.
mama....
dia dan dia telah menyakitiku
dan telah membiarkan aku dalam kebingungan yang sangat
tanpa ada uluran  tangan saat aku memerlukannya
mama....
aku bukannya tidak mandiri,
aku hanya sedang bingung dan memerlukan sedikit pertolongan.
mama...aku akan berlari...pergi 
kurasa, hanya alloh tempatku berbagi
dan hanya kepada Alloh tempat berpulang nanti...
mama...maafkan anakmu..

Pada Sebuah Luka


Ternyata, luka yang tidak sengaja engkau goreskan beberapa bulan yang lalu
Masih terasa perihnya
Ternyata, duka yang kau berikan beberapa bulan yang lalu
Masih terasa getirnya

Tak perlu engkau datang kepadaku
Dengan segunung kata maafmu
Tak perlu engkau hadir dalam duniaku
Dengan segala sesal yang memenuhi hatimu

Aku sudah memaafkanmu
Sebelum engkau tersadar akan kesalahanmu
Aku sudah memaafkanmu
Pada saat hatiku pilu

tetapi cobalah kau tancapkan sebuah paku
Pada sebuah bambu
lalu cabutlah sang paku,
Benar, ia akan hilang, dan hilangnya paku akan meninggalkan bekas di tempat yang satu

Begitu juga hatiku
Memaafkan itu hal yang sangat mudah bagiku
Tetapi seandainya engkau bisa melihat hatiku
Ada satu bekas luka yang kau torehkan beberapa saat yang lalu.

Luka itu masih ada
dan aku butuh beberapa saat
Untuk mengeringkannya....

Mauku Dan Maumu

Mauku
Ternyata bukan selalu milikku
Mauku
Tak selalu sama dengan maumu

Dan mauku
Akan segera kutinggalkan demi maumu.
Tak selamanya apa yang aku mau
Baik untukku apalagi untukmu

Sungguh..
Aku telah lelah dengan mauku
Maka
Kini aku maui maumu

Engkau ingin menjauh dariku
Engkau ingin berhenti sejenak dariku
Engkau tak usah ragu.
Sebab maumu
Mungkin saja baik untukku..

LUKA ITU TELAH MATI


Ia siapkan kamar pengantin yang indah untuk kekasihnya
Lengkap dengan kasur yang empuk dan wewangian bunga.
Ia sendiri yang merangkai karangan bunga itu.
Dipungutinya tangkai demi tangkai
seolah-olah ia memungut kepingan cintanya yang telah pecah
Keikhlasannya telah membumbung tinggi ke langit,
Bahwa cintanya tak harus berakhir di pelaminan.
Ba'da dzuhur saat pesta pernikahan

yang begitu mendebarkan itu usai,
Tak ada air mata
Wanita itu begitu ikhlas menyaksikan orang yang selama ini dicintainya itu telah melabuhkan hatinya pada sahabatnya sendiri
Luka itu telah mati
Dan keikhlasan telah membuatnya semakin mengerti
bahwa cinta tak harus memiliki

"selamat datang di syurga kalian yang telah menanti penghuninya", kata wanita itu sembari membukakan kamar pengantin yang baunya telah menggoda dari luar.
"aku permisi dulu pangeran dan putri", pamitnya sembari membungkuk bak pelayan kepada tuannya. Begitu sempurna.
Lalu wanita itu membuka pintu avanzanya, meletakkan tas dan beberapa tangkai bunga yang masih wangi.
Dalam hatinya ia berkata:"kini, segalanya telah usai,nyaris sempurna"
Tiba-tiba.......Bbbbbbbrrrraaaakkkkkk. sebuah motor telah melintas tepat di depan mobilnya. Ia banting setirnya, namun sayang, ia membentur tiang listrik di tepi jalan.

ia mencium bau wangi bunga, tapi wanginya begitu luar biasa, ia dipapah seorang arjuna berpakaian putih yang memancar bak cahaya sambil menyapanya: "selamat datang bidadariku, aku telah menanti di syurga yang sesungguhnya,tempat yang lebih indah daripada syurga dunia". Wanita itu tersenyum mengangguk,ia ayunkan lengannya yang berbalut kain putih menyambut sang arjuna, diciumnya punggung tangan arjuna itu...ia tersenyum dan merasakan ketenangan yang luar biasa.
wajahnya begitu tenang, begitu damai....
Lalu sayup-sayup terdengar suara isak yang mengelilingi ruangan serba putih itu.
Ya... wanita itu telah mengeringkan, melenyapkan segala lukanya dengan sempurna.
para malaikat di langit telah menantinya, telah tercium bau wanginya. Bau yang berasal dari mawar keikhlasan yang telah sedang mekar-mekarnya.
Innalillaahi wa innailaihi rooji'uun. wajahnya ditutup dengan selembar kain putih.
Luka itu telah mati.
Ya....telah mati dengan sempurna, tanpa harus membuat luka yang baru di hati yang baru.

Veeda Alfauzteena, saat sebuah kisah melintas di khayalku

Aku Dan Sebuah Pintu


Menyusuri trotoar kota

Penuh panas dan berdebu

Udara menyesakkan kalbu

Kakiku yang telanjang terbakar

Oleh kerikil-kerikil tajam sepanjang jalan itu

Aku lelah dan kehausan

Sedang hujan tak kunjung datang

Peluh yang keluar karna ketergesa-gesaan tadi

Hampir membasahi bajuku yang sudah usang

Dan kulihat warna cat tembok rumahmu

Aku tersenyum, "ah, akhirnya aku sampai juga", batinku girang

Perlahan aku berjalan

Berharap agar kau ada.

Menyapaku

Dan memberi senyum yang sudah lama tak ku saksikan kau tersenyum

Tanganku bergetar mengetuk pintu rumahmu

Antara lelah dan penuh harap

Jantungku berdebar, cepat dan begitu cepat

Dua kali ku ketuk pintu pintumu

Satu dengan ketukan cinta

satu dengan ketukan rindu

Tapi tak ada suara.

Diam, sunyi dan sepi yang menyapa

Kali ini aku mengetuk pintumu dengan ketukan harap.

Sedikit keras dan sedikit lebih nyaring bunyinya.
Tiba-tiba engkau membuka pintu

Dan hanya kepalamu yang menyembul dari pintu

"Aku sedang sibuk", katamu dan menutup pintumu kembali

Aku tertunduk,dan berbalik
Berjalan dan setengah berlari.
Hingga aku benar-benar berlari, PULANG!
Menerobos diantara kerumunan orang dan riuhnya kota

Inikah jawaban atas kegelisahanku semalam?
Inikah jawaban atas kekhawatiranku kemarin?
Setetes, dua tetes akhirnya airmataku membasahi pipi
Dan lelahnya ragaku,
Dan letihnya jiwaku
Membawaku di alam mimpi
Dalam mimpi,aku bertemu dengan bidadari cantik,
Ia membawa tongkat kecil berujung tanda hati
Ia berkata: “bukankah engkau yang memulai,sayang? Rasakanlah lukanya.
Perih bukan?”
Lalu aku dipeluknya, begitu tenang, begitu damai
Hingga aku tak ingin bangun lagi…..

Jogja, saat pagiku telah hilang
Tuhan….
Turunkanlah hujan
Agar segar akasiaku
Agar tanah ini basah
Yang baunya telah lama tak bisa kucium

Tuhan…..
Turunkanlah hujan
Agar memori keindahannya
Selalu menancap di hatiku

Pada gerimismu yang menyapa
Pada derasmu yang menyejukkan
Pada anginmu yang mengajarkan harapan

Tuhan…..
Turunkan hujan.
Sekarang.
Dan aku akan bermain di bawahnya.
Menengadah ke atas dan merasakan kesejukan dan berkata:
Tuhan, hari ini begitu indah..

Jogja, saat menanti hujan turun-bersamanya

SUJUD TERAKHIR


Pada suatu sore yang basah
Ia terbaring lemah tak berdaya
Satu persatu kekalahan-kekalahannya kembali terlintas
satu persatu, lukanya kembali terasa perih
Dan airmatanya telah meleleh
Jatuh....pada kedua pipinya yang telah lelah

Pada suatu sore yang basah
Ia gelisah.
Bukan karena rasa takut akan sebuah kehilangan
Karena sejatinya kehilangan itu sebuah kepastian
Tapi kegelisahannya terletak pada hatinya
Hati yang telah lama gersang
Hati yang telah lama berkarat
Hatinya yang sedang sakit

Lalu diambillah air wudhu
Ia basuhkan ke wajahnya
Sejuk.....meresap ke dalam hatinya
Ia hadapkan wajahnya
Ia pasrahkan dirinya
"Tuhan.....aku ingin kembali, kepada-Mu, sedekat dulu"
Lalu ruku',i'tidal dan sujudpun terasa indah.
Dan pada sujud terakhirnya
Ia tersentak....
Sang Izro'il telah membawa ruhnya ke atas....
Ke langit, dan para malaikatpun mencium wanginya
Selamat tinggal dunia
Aku telah bersabar atas segala luka yang ada